3 pemikiran negatif yang menghambat jadi pemimpin

Pemimpin (Boss, Ketua, Presiden, Manager, Owner,dsb), hanya sebutan untuk orang yang berkuasa. Dibalik kekuasaannya ada 2 hal yang paling pokok dan sangat mempengaruhi sifat dan mekanisme kepemimpinannya.
Siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin, adalah simulasi kehidupan. Pernahkah anda mengingat siapa pemimpin yang paling berkuasa sekarang ini. Manusia tidak akan bisa menalar, kemana dia berjalan setiap waktu, dan siapa yang memimpinnya untuk melakukan hal itu.
"Seseorang bisa memimpin banyak orang tetapi tidak bisa mengatur (kehidupan) banyak orang". Waktu dan perjalanan akan memimpin di barisan depan pengikutnya adalah perbuatan dan sikap.

Banyak orang yang ingin menjadi pemimpin, namun hanya sebagian saja yang berhasil meraihnya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Les McKeown dari Inc.com (01/04) mengungkapkan alasan mengapa seseorang tak berhasil untuk menjadi pemimpin.
Salah satu di antaranya adalah pemikiran negatif yang menghalangi seseorang menjadi pemimpin. Apa saja pemikiran yang bisa menghambat Anda untuk menjadi pemimpin? Ini dia beberapa di antaranya.
1. "Aku tak berada di posisi pemimpin"
Salah satu alasan yang diungkapkan oleh seseorang ketika mereka tak yakin menjadi pemimpin adalah bahwa mereka tak berada pada posisi memimpin. Bagi orang-orang semacam ini, menjadi pemimpin setidaknya berarti mereka harus memiliki kelompok untuk dipimpin, anak buah yang bisa disuruh, atau setidaknya berada pada posisi senior dalam organisasi.
Masalahnya adalah pemimpin tidak serta merta berada dalam posisi atas. Mereka memulai dari bawah. Kemampuan yang mereka miliki, baik dalam pekerjaan maupun kemampuan untuk memimpin kemudian membawa mereka menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

Jika Anda benar-benar ingin menjadi pemimpin, maka tak peduli di manapun Anda saat ini, mulailah untuk berpikir dan bersikap seperti seorang pemimpin. Ini bukan berarti Anda harus mulai bersikap bossy, namun Anda harus bisa bekerja lebih baik dari karyawan yang lain, berpikir lebih kreatif, berani mengambil risiko, dan lainnya.
2. "Aku membutuhkan persetujuan seseorang"
Alasan ini muncul dalam berbagai macam bentuk. Terkadang alasan ini dikaitkan dengan alasan profesional atau personal. Namun yang sesungguhnya, satu-satunya persetujuan yang Anda butuhkan untuk menjadi pemimpin adalah dari diri Anda sendiri.
Tentu saja, dengan berkembangnya waktu, Anda membutuhkan persetujuan dari orang lain dalam bentuk kesediaan mereka untuk dipimpin oleh Anda. Mungkin banyak orang yang tak menginginkan Anda menjadi pemimpin, dan Anda hanya akan menduduki posisi itu dalam waktu singkat. Namun Anda tak akan tahu sampai Anda mencoba bukan? Untuk itu, satu-satunya persetujuan yang Anda butuhkan sebenarnya Anda dari diri Anda sendiri.
3. "Aku tak punya panutan/ Aku memiliki panutan"
Memiliki panutan yang terlalu baik hingga tampak mustahil ditiru, atau tak memiliki panutan sama sekali merupakan salah sat alasan yang sering digunakan oleh orang yang tak benar-benar ingin menjadi pemimpin. Panutan bukan segalanya. Anda bisa menjadi pemimpin tanpa memiliki panutan atau tanpa menjadi sama persis dengan panutan Anda.
Justru sebagai pemimpin, Anda seharunya menjadi panutan bagi orang lain. Jadi, jika Anda benar-benar berniat untuk menjadi pemimpin, tentukan saat ini. Jangan menunggu memiliki atau seperti panutan yang Anda miliki. Jadikan diri Anda sendiri sebagai panutan!
Itulah beberapa pemikiran yang membuat banyak orang gagal menjadi pemimpin. Pemikiran di atas sebenarnya hanya alasan yang dibuat seseorang ketika mereka tak benar-benar yakin atau berani menjadi pemimpin.

3 pemikiran negatif yang menghambat jadi pemimpin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: AGUS TRI PURNOMO

0 komentar:

Post a Comment